Jumat, 21 Mei 2010

DeadSquad – Horror Vision: Penampakan Mengerikan Para Pasukan Mati


Apa yang membuat band ini menarik dan menjadi daya tarik terkuat sebenarnya terletak pada keberadaan para pengusung di dalamnya. DeadSquad adalah sebuah technical death metal band yang berisikan sekumpulan nama-nama yang sudah mendapat tempat di perhelatan musik tanah air. Baik di ranah musik mainstream maupun di zona musik bawah tanah. Adalah Stevie Item yang juga masih tercatat sebagai anggota Andra & The Backbone dan Christopher Bolemeyer yang dikenal sebagai Coki Netral, keduanya menempati jabatan sebagai gitaris. Lalu ada Bonsquad ex-Tengkorak pada bass. Adrian Gorust ex-Siksa Kubur pada drum dan Daniel ex-Abolish Conception pada vokal.

Sebelumnya sederet nama juga pernah memperkuat formasi DeadSquad. Seperti Ricky Siahaan yang kini tercatat masih sebagai personil Step Forward dan Seringai. Lalu Prisa, ex-Zala yang kini juga membentuk band barunya yang bernama Vendetta. Juga Babal ex-Alexander yang kini jabatannya ditempati oleh Daniel.

Kekuatan sensasi dari sederet nama-nama inilah yang pada akhirnya menjadikan DeadSquad sebagai supergrup yang ramai diperbincangkan. Karena diharapkan akan memberi sesuatu yang cukup menampar dengan telak khususnya di scene musik-musik metal ekstrim.

Horror Vision adalah ejawantah pertama yang sukses diluncurkan DeadSquad. Dirilis oleh Rottrevore Records Indonesia. Launching-nya sendiri telah dilakukan di saat konser “Lamb of God: Wrath Tour 2009” pada tanggal 9 Maret kemarin, dimana DeadSquad menjadi satu-satunya band pembuka. Berisikan delapan buah materi teknikal yang cukup masif. Salah satu track-nya adalah sebuah cover version dari materi band death metal legendaris Sepultura, Arise.

Ekspektasi saya mungkin sedikit terlalu tinggi. Karena ketika setelah menyimak keseluruhan materi tidak ditemukan sesuatu yang benar-benar baru. Semuanya masih dalam koridor technical death metal standar yang sudah kerap dilakukan oleh band-band sejenis terdahulu. Mungkin pendekatan gaya old-school metal coba dilakukan oleh mereka. Tapi jika saja eksplorasi dari segi karakter bisa dipertajam, tanpa harus meninggalkan gaya old-school yang mereka anut mungkin akan bisa terdengar lebih segar.

Namun jika yang dicari adalah dari sisi yang lebih teknis, seperti komposisi yang rapi dan elemen khas musik-musik metal teknikal ekstrim, hal tersebut dapat terpuaskan dalam album ini. Cukup menghancurkan kepala jika ingin merasakan sensasi brutalistik dari perpaduan keindahan harmoni dan keagresifan ritme-ritme blasting terstruktur dari keseluruhan materi.

Materi pertama, “Pasukan Mati” dibuka oleh sebuah intro orkestrasi megah. Mengingatkan saya pada gaya atmosferis yang kerap dilakukan oleh band orchestral melodic black metal, Dimmu Borgir. Lalu disusul oleh materi-materi lainnya yang membuat telinga cukup terseret kedalam struktur yang sophisticated. Ditutup oleh outro bernuansa mencekam yang menjadi sebuah penyelesai yang manis di akhir materi.

Penulisan liriknya cukup bagus. Terutama yang dikemas dalam format bahasa Indonesia. Permainan metafor yang cukup catchy dipadukan dengan komposisi diksi-diksi yang memancing untuk berpikir. Tema-tema tipikal kesuraman hidup dan kritik sosial dapat dirangkai dengan indah dalam sebuah materi lagu yang cukup solid. Dari segi teknis, mungkin jika vokal sedikit bisa lebih ditaruh di layer depan keindahan perpaduan kata-kata ini akan bisa lebih ternikmati dan tersampaikan.

Cukup telak sebagai gempuran awal. Semoga eksplorasi-eksplorasi yang menghajar di materi setelahnya akan menambah kekuatan karakter dari DeadSquad.

Teks: Adit Bujbunen Al Buse

DeadSquad adalah:

Stevie Morley Item – Guitars
Bonny Sidharta – Bass
Daniel Mardhani – Vocals
Andyan Gorust – Drums
Coki Bollemeyer – Guitars

Daftar Trek:
1. Pasukan Mati
2. Dimensi Keterasingan
3. Dominasi Belati
4. Hiperbola Dogma Monotheis
5. Sermon Of Deception
6. Manufaktur Replika Baptis
7. Arise (Sepultura Cover Song)
8. Horror Vision

Senin, 03 Mei 2010

Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri


Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa.

Jangan lagi menunggu track-track fenomenal seperti Seven Years, You're Not Alone, ataupun Voices karena kali ini nampaknya Saosin mencoba untuk menjadi lebih 'sopan' (baca: lembek). Banyak sesi scream yang malah bisa menjadi salah satu kebolehan vokalis Cove Reber selain gebukan mantap drummer Alex Rodriguez 'terpaksa' dipoles sehingga menjadi lebih bisa diterima di telinga para pendengar umum yang cenderung menyukai catchy hooks.

Tapi jika kamu adalah penggemar berat Saosin, jangan khawatir. Dalam track pertama mereka, I Keep My Secret Safe, Saosin membuktikan jika mereka masih seperti dulu. Begitu juga saat mendengarkan track On My Own dan Is This Real. Teriakan Reber masih terdengar garang dan menyatu dengan betotan bass Chris Sorenson dan raungan gitar Justin Shekoski dan Beau Burchell.

Sayangnya di beberapa lagu lainnya, usaha mereka nampaknya tak terlalu keras seperti dalam karya-karya sebelumnya. Kadang malah terdengar anti klimaks. Saosin rupanya memberikan ramuan baru dengan menggunakan hook anthem-like chorus ataupun ritme catchy di dalam verse mereka. Dan nampaknya hal ini terdengar agak aneh karena biasanya band seperti Saosin memilih untuk meningkatkan tekanan musik mereka di bagian chorus. Dengar saja Changing atau What Were We Made For dan On My Own yang sebenarnya cukup bagus kalau saja tidak terlalu panjang.

Dalam Nothing Is What It Seems, intro-nya mengingatkan pada You're Not Alone. Namun bedanya, Saosin menurunkan sound mereka lebih rendah lagi. Ditambah dengan back vocal wanita yang sedikit 'menghiasi' love ballad ini, Saosin terlihat bermain aman dan mengikuti selera pasar.

Saosin tak bisa dikatakan sedang mencari jati diri karena mereka bukan lagi sophomore band yang baru menetas dari telurnya, namun bisa jadi album ini dijadikan sebagai suatu eksperimen. Yeah well, walaupun album terbaru ini agak mengecewakan jika dibandingkan dengan album dan EP mereka sebelumnya, tapi Saosin tetap salah satu band alternative rock post hardcore yang patut diacungi jempol. (kpl/npy)

Rabu, 25 November 2009

Cracker Bobol 2 Juta Komputer




Kembali sebuah serangan cyber skala raksasa berhasil terungkap. Komplotan cracker dari Ukraina diketahui sukses membajak hampir 2 juta komputer di seluruh dunia. Biro investigasi Amerika Serikat, FBI (Federal Bureau Investigation) pun sampai turun tangan melacak keberadaan mereka. Para cracker yang diduga terdiri dari enam orang itu menciptakan botnet untuk menginfeksi jutaan komputer tersebut.

Cukup mengkhawatirkan memang. Pasalnya, geng Ukrainia ini dikatakan telah mengontrol berbagai komputer di perusahaan besar, universitas dan departemen negara di seluruh dunia. Di Inggris saja, lebih dari 500 perusahaan diketahui telah diinfeksi. Sedikitnya jaringan komputer di enam pemerintah lokal Inggris kena serangan. Adapun di Amerika Serikat, cukup banyak jaringan komputer pemerintah yang juga jadi korban serbuan.
Terjangan botnet ini diketahui pertama kali oleh Finjan, perusahaan sekuriti internet. Dengan menginfeksi jaringan komputer, para penjahat cyber itu dapat meraih data berharga seperti password e-mail sampai data kartu kredit.
Curi Puluhan Ribu Account Bank, Cracker Dipenjara
Fino Yurio Kristo - detikinet

Ilustrasi (ist)

Manchester - Kejahatan cyber makin hari makin canggih. Para kriminal cyber di Inggris memanfaatkan virus trojan mutakhir dalam sebuah plot untuk mencuri data account bank dari puluhan ribu pemakai komputer di seluruh dunia.

Melalui investigasi mendalam, unit cyber kepolisian Scotland Yard di Inggris berhasil membekuk pelakunya, yakni seorang pria dan seorang wanita muda. Komplotan mereka memakai virus bernama ZeuS atau Zbot untuk menginfeksi komputer dan men-download data, termasuk account bank, password kartu kredit dan sebagainya.

Data yang diraup dari puluhan ribu korban di seluruh dunia, kemudian disimpan di server para cracker itu. Namun polisi belum tahu apakah mereka sudah berhasil mencuri uang dari account bank korban, atau apakah data tersebut juga dijual ke pihak ketiga.

Dua tersangka berkebangsaan Inggris itu ditahan di kota Manchester. Penahanan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan di benua Eropa terkait peperangan melawan kaum kriminal yang menggunakan virus ZeuS.

"Trojan Zeus sangat canggih dan telah digunakan di seluruh dunia untuk menginfeksi atau mengakses informasi personal. Potensi kerugian finansial yang terjadi bisa sangat besar," tukas Charlie McMurdie dari Scotland Yard.

Seperti biasa, untuk menghindari serangan seperti ini, user diharapkan terus meng-update anti virus. Selain itu, disarankan agar tak membuka link atau attachments email yang mencurigakan. Demikian seperti dilansir SkyNews dan dikutip detikINET, Kamis (19/11/2009). ( fyk / faw )

Selasa, 24 November 2009

Serangan brute-force

Serangan brute-force adalah sebuah teknik serangan terhadap sebuah sistem keamanan komputer yang menggunakan percobaan terhadap semua kunci yang mungkin. Pendekatan ini pada awalnya merujuk pada sebuah program komputer yang mengandalkan kekuatan pemrosesan komputer dibandingkan kecerdasan manusia. Sebagai contoh, untuk menyelesaikan sebuah persamaan kuadrat seperti x²+7x-44=0, di mana x adalah sebuah integer, dengan menggunakan teknik serangan brute-force, penggunanya hanya dituntut untuk membuat program yang mencoba semua nilai integer yang mungkin untuk persamaan tersebut hingga nilai x sebagai jawabannya muncul. Istilah brute force sendiri dipopulerkan oleh Kenneth Thompson, dengan mottonya: "When in doubt, use brute-force" (jika ragu, gunakan brute-force).

Teknik yang paling banyak digunakan untuk memecahkan password, kunci, kode atau kombinasi. Cara kerja metode ini sangat sederhana yaitu mencoba semua kombinasi yang mungkin.

Sebuah password dapat dibongkar dengan menggunakan program yang disebut sebagai password cracker. Program password cracker adalah program yang mencoba membuka sebuah password yang telah terenkripsi dengan menggunakan sebuah algoritma tertentu dengan cara mencoba semua kemungkinan. Teknik ini sangatlah sederhana, tapi efektivitasnya luar biasa, dan tidak ada satu pun sistem yang aman dari serangan ini, meski teknik ini memakan waktu yang sangat lama, khususnya untuk password yang rumit.

Namun ini tidak berarti bahwa password cracker membutuhkan decrypt. Pada prakteknya, mereka kebayakan tidak melakukan itu. Umumnya, kita tidak dapat melakukan decrypt password-password yang sudah terenkripsi dengan algoritma yang kuat. Proses-proses enkripsi modern kebanyakan hanya memberikan satu jalan, di mana tidak ada proses pengembalian enkripsi. Namun, anda menggunakan tool-tool simulasi yang mempekerjakan algoritma yang sama yang digunakan untuk mengenkripsi password orisinal. Tool-tool tersebut membentuk analisa komparatif. Program password cracker tidak lain adalah mesin-mesin ulet. Ia akan mencoba kata demi kata dalam kecepatan tinggi. Mereka menganut "Azaz Keberuntungan", dengan harapan bahwa pada kesempatan tertentu mereka akan menemukan kata atau kalimat yang cocok. Teori ini mungkin tepat mengena pada anda yang terbiasa membuat password asal-asalan. Dan memang pada kenyataannya, password-password yang baik sulit untuk ditembus oleh program password cracker.

Anaz luqman

tentang saya:
saya adalah pelajar biasa yang ingin sukses di kemudian hari. Keinginan saya adalah bisa menjadi kebanggaan orang tua saya. Target saya kali ini adalah menjadi seseorang cracker profesional sejati yang bisa menghasilkan sesuatu. Keinginan itu bukan hanya target semata tetapi juga menjadi pekerjaan saya di kemudian hari,sekarang saya mencoba kemampuan saya di dunia cracker internet,dengan cara mengcrack sebuah facebook,email,atau blog sekalipun. Memang saya masih pemula tetapi saya ingin belajar lebih banyak tetang cara mengcracg sesuatu halaman situs di web. Kemampuan ini saya dapatkan dari artikel-artikel di internet, lalu saya mempraktekanya di facebook teman saya, ternyata berhasil 100%.sekarang sih masih belajar tetapi keinginan yang kuat dan tekat yang besar membuat saya bersemangat menjadi seorang cracker sejati.